P. aeruginosa adalah bakteri batang gram-negatif termasuk dalam famili Pseudomonadaceae. Merupakan patogen oportunistik pada manusia. Alginat dan lipopolisakarida melindungi organisme ini dari pertahanan tubuh inang dan dapat ditemukan satu – satu, berpasangan, dan kadang – kadang membentuk rantai pendek, tidak mempunyai spora, tidak mempunyai selubung,serta mempunyai flagela monotrika sehingga selalu bergerak.
Pseudomonas aeruginosa adalah aerob obligat yang tumbuh dengan mudah pada banyak jenis media pembiakan, karena memiliki kebutuhan nutrisi yang sederhana. Medium paling sederhana untuk pertumbuhannya terdiri dari asetat ( untuk karbon ) dan amonium sulfat ( untuk nitrogen ). Metabolisme bersifat respiratorik tetapi dapat tumbuh tanpa O² bila tersedia NO3 sebagai akseptor elektron kadang – kadang berbau manis seperti anggur yang dihasilkan aminoasetofenon. Beberapa strain menghemolisis darah.
Pseudomonas aeruginosa tumbuh dengan baik pada suhu 37-42ºC. Pertumbuhannya pada suhu 42ºC membantu membedakannya dari spesies pseudomonas lain dalam kelompok fluoresen. Bakteri ini oksidase positif, nonfermenter tetapi banyak strain, mengoksidasi glukosa.
P. aeruginosa menghasilkan satu atau lebih pigmen, yang dihasilkan dari asam amino aromatik seperti tirosin dan felilalanin. Beberapa pigmen tersebut antara lain:
1. Piosianin, pigmen berwarana biru dihasilkan strain piosianogenik.
2. Pioverdin, pigmen berwarna kuning.
3. Piorubin, pigmen berwarna merah, dan
4. Piolanin, pigmen berwarna coklat.
Piosianin, pioverdin, piorubin, dan piolanin tidak berfluoresensi serta larut dalam air. Kebanyakan strain membentuk koloni halus dengan berwarna fluoresensi kehijauan, yang merupakan kombinasi pioverdin dan piosianin.
P. aeruginosa dalam biakan dapat menghasilkan berbagai jenis koloni sehingga memberi kesan biakan dari campuran berbagai spesies bakteri. Tiap jenis koloni dapat mempunyai aktivitas biokimia dan enzimatik berbeda serta pola kepekaan antimikroba yang berbeda pula. Isolat dari tanah atau air mempunyai ciri koloni yang kecil dan tidak rata. Pembiakan dari spesimen biasanya menghasilkan satu atau dua tipe koloni yang halus.
* Koloni besar dan halus dengan permukaan merata dan meninggi.
* Koloni halus dan mukoid sebagai hasil produksi berlebihan dari alginat.
Tipe ini sering didapat dari sekresesi saluran pernafasan dan saluran kemih
Kemampuan P. aeruginosa menyerang jaringan bergantung pada reproduksi enzim – enzim dan toksin –toksin, yang merusak barier tubuh dan sel-sel inang. P. aeruginosa seperti yang dihasilkan bakteri gram-negatif lain, misalnya endotoksin menyebabkan gejala sepsis dan syok septik, eksotoksin A menyebabkan nekrosis jaringan, enzim – enzim ekstra seluler bersifat histotoksik dan mempermudah infasi kedalam pembuluh darah.
Endah Novya Dewi
BIJ006127
Email : dewy_myu@yahoo.com
Blog : dewydewy.wordpress.com
Pustaka:
Evidence for Two Flagellar Stators and Their Role in the Motility of Pseudomonas aeruginosa{dagger}
