Kode : K28-MS-09
Pemetaan interaksi protein merupakan sebuah langkah penting dalam
menghubungkan proteome dengan bahan kimia seluler. Interaksi protein yang
sering dipelajari ialah phaga dan yeast dengan sistem dua hybrid. Tipe khusus
phaga yang digunakan ialah kloning vector, satu berdasarkan bakteriophage atau
berdasarkan filament bakteriophage diantaranya M13. Vektor dirancang sehingga
gen baru yang diklon kedalamnya diekspresikan, sebagai jalan untuk
menghasilkan protein yang berpadu dengan protein mantel phaga. Untuk
mempelajari interaksi protein ada banyak cara, namun salah satunya ialah dengan
tes protein yang ditampilkan dan mencari interaksi dengan sebuah rangkaian
pemurnian protein atau bagian protein yang telah diketahui fungsinya. Pendekatan
ini terbatas karena membutuhkan waktu lebih dalam tiap tes yang dilakukan.
Untuk mengetahui adanya interaksi protein pada yeast menggunakan
protein yang disebut activator yang bertanggungjawab dalam ekspresi gen pada
organism eukaryote. Untuk mencari tahunya activator harus berikatan dengan
upstream DNA sequencing dari sebuah gen, yang nantinya enzim RNA
polymerase akan meng-copy gen menjadi RNA. Yeast yang digunakan dalam
percobaan ini dari jenis Saccharomyces cerevisiae yang kekurangan sebuah
activator pada gen reporternya. Oleh sebab itu gen ini dinon-aktifkan. Sebuah gen
buatan yang mengkode ikatan DNA domain dari activator diligasikan kepada gen
untuk protein yang nantinya akan iditeraksikan. Protein ini tidak hanya berasal
dari yeast tetapi juga dari beberapa organism lain. Setelah pengenalan dengan
yeast, konstruksi ini mensintesis khusus dari perpaduan protein yang dibuat dari
ikatan DNA domain dengan activator yang disisipkan kepada protein manusia.
Akan tetapai recombinan yeast belum dapat diekspresikan karena activator
dibentuk hanya pada ikatan DNA,dan tidak mempengaruhi RNA polymerase.
Aktivasi terjadi setelah yeast membentuk kembali dengan konstruksi kedua.
Daftar Pustaka
Brown, T.A (2002) Speculation on the minimal genome content and the identity of
distinctiveness genes in Genomes, 2nd ed.,
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.glossary.9089#10133
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.section.7098#7114 diakses tgl
30 – 10 – 2008
Situs terkait
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.figgrp.6692
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.figgrp.6693
TK.BioMoL
Ditulis dalam Uncategorized
TT Biologi Molekuler
Struktur Fungsi Sentromer dan Telomer
» Nama : Endah Novya Dewi
» NIM : B1J006127
» Kelas : A2
» Email : dewy_myu@yahoo.com
» Blog : http://dewydewy.wordpress.com
» Jenis Topik : A2-AG3
*RINGKASAN
Sentromer merupakan tempat bersatunya dua kromatid kembar pada saat metafase yaitu kromosom hasil dari replikasi, juga merupakan daerah pada kromosom eukariot yang mengalami penyempitan. Kromatid kembar akan dipisahkan oleh mikrotubulus pada saat anafase. Oleh karena itu, dengan adanya sentromir, segregasi kromatid kembar ke masing-masing kutub sel dapat berlangsung dengan tepat. Dan di dalam sentromir terjadi perakitan Kinetokor yaitu suatu kompleks protein yang berikatan dengan mikrotubulus dari benang spindel.
DNA pada sentromir mamalia berupa sekuens yang agak lebih panjang dan diapit oleh sejumlah besar sekuens repetitif yang disebut dengan DNA satelit. Sementara itu, DNA pada sentromir khamir diketahui hanya terdiri atas suatu sekuens pendek / 88 pb yang kaya akan AT dan diapit oleh dua sekuens konservatif yang sangat pendek.
Telomir adalah ujung kromosom eukariot yang sekaligus juga merupakan ujung molekul DNA. Sebuah telomir terdiri atas beratus-ratus salinan sekuens pendek repetitif yang disintesis oleh enzim telomerase dengan mekanisme yang tidak bergantung kepada replikasi DNA biasa. Pada manusia misalnya, sekuens ini berupa 5’-TTAGGG-3’.
DNA telomerik membentuk struktur sekunder tertentu, yang fungsinya untuk melindungi ujung kromosom dari degradasi. Sintesis DNA telomerik yang bersifat independen dari replikasi DNA lainnya akan mengimbangi terjadinya pemendekan kromosom secara bertahap. Pemendekan itu sendiri terjadi karena ketidakmampuan replikasi biasa untuk menyintesis bagian yang paling ujung pada suatu molekul DNA linier.
Heterokromatin yaitu bagian kromatin yang selama interfase tetap nampak sangat kompak meskipun tidak sekompak ketika metafase. Jika diamati di bawah mikroskop, heterokromatin terlihat sebagai daerah yang gelap di bagian tepi nukleus. Selama ini telah diketahui bahwa heterokromatin berisi sejumlah sekuens repetitif yang secara genetik tidak aktif atau tidak banyak mengalami transkripsi. Diyakini bahwa kebanyakan heterokromatin terdiri atas DNA satelit yang letaknya berdekatan dengan sentromer. Meskipun demikian, dalam kasus tertentu seluruh kromosom bisa saja berupa heterokromatin, misalnya salah satu dari dua kromosom X pada mamalia betina.
Eukromatin adalah bagian kromatin yang berisi sekuens-sekuens nonrepetitif yaitu tunggal / tidak berulang yang secara genetik sangat aktif atau banyak mengalami transkripsi. Kenampakan eukromatin tidak sejelas heterokromatin. Meskipun demikian, eukromatin tidaklah homogen sempurna. Masih banyak juga daerah-daerah yang secara genetik relatif inaktif. Hanya sekitar 10% di antaranya merupakan daerah dengan gen-gen yang sedang dan akan ditranskripsi. Di daerah semacam ini serabut 30 nm mengalami disosiasi menjadi struktur seperti tasbih. Bahkan, beberapa bagian di antaranya kehilangan nukleosom. Diduga hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengikatan faktor-faktor transkripsi dan protein lainnya.
Sensitivitas kromatin terhadap enzim DNase I, yang memotong tulang punggung molekul DNA kecuali jika DNA tersebut terlindungi oleh protein yang terikat padanya, telah digunakan untuk memetakan daerah-daerah yang aktif mengalami transkripsi. Daerah-daerah pendek yang hipersensitif terhadap DNase I dianggap menggambarkan daerah yang serabut 30 nm-nya diselingi oleh pengikatan suatu protein regulator tertentu sehingga memperlihatkan DNA yang tebuka dan mudah diserang oleh DNase I. Sementara itu, daerah sensitif yang lebih panjang menggambarkan sekuens-sekuens yang mengalami transkripsi. Daerah-daerah tersebut bevariasi di antara jenis sel yang berbeda, sesuai dengan tempat gen yang akan diekspresikan pada sel tertentu.
Suatu modifikasi kimia penting yang diduga terlibat dalam sinyal pengemasan kromosom di tempat gen-gen yang diekspresikan pada sel-sel mamalia adalah metilasi atom C ke 5 pada basa sitosin (C) dengan sekuens 5’-CG-3’, yang biasa dikenal sebagai metilasi CpG. Keberadaan CpG biasanya relatif jarang karena 5-metil sitosin secara spontan akan mengalami deaminasi menjadi timin. Metilasi CpG berkaitan dengan daerah-daerah kromatin yang tidak aktif mengalami transkripsi. Akan tetapi, ada daerah sepanjang lebih kurang 2 kb yang dinamakan kepulauan CpG, yang berisi CpG yang tidak mengalami metilasi dan ternyata sensitif terhadap DNase I. Kepulauan CpG menjadi tempat pengikatan promoter gen-gen yang akan ditranskripsi.
Genom organisme eukariot dapat mengandung jumlah DNA lebih dari 1000 kali jumlah yang ada pada genom prokariot seperti E. coli. Akan tetapi, banyaknya protein pada eukariot, misalnya manusia, tidaklah 1000 kali jumlah protein pada E. coli. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa tidak semua sekuens DNA eukariot menyandi pembentukan protein. Sekuens DNA eukariot yang tidak menyandi sintesis protein ini dinamakan intron.
Intron akan menginterupsi daerah penyandi protein (coding sequence) di dalam gen-gen eukariot sehingga sekuens gen-gen tersebut dapat mencakup panjang beberapa kilobasa tetapi tidak semuanya merupakan coding sequence. Hingga sekarang fungsi intron, kalau pun ada, tidak diketahui. Hal yang pasti adalah bahwa kebanyakan intron terdiri atas sejumlah pengulangan salinan beberapa macam sekuens yang serupa atau sama. Salinan sekuens tersebut dapat dijumpai berurutan (tandemly repeated) seperti pada DNA satelit yang ada di dekat sentromir, atau tersebar (interspersed) di sepanjang genom, misalnya pada elemen Alu pada genom manusia.
Sebelum teknik sekuensing DNA dalam skala besar ditemukan, kompleksitas genom eukariot dipelajari berdasarkan atas kemampuan penggabungan kembali (reasosiasi/renaturasi) untai DNA tunggal hasil denaturasi. Hal pertama yang dilakukan pada teknik analisis ini adalah melakukan pemotongan molekul DNA kromosom menjadi fragmen-fragmen yang relatif sama panjangnya, yaitu sekitar 400 pb. Kemudian, fragmen-fragmen tersebut didenaturasi menggunakan pemanasan pada suhu tinggi sehingga akan terbentuk sejumlah fragmen DNA untai tunggal. Fragmen DNA untai tunggal selanjutnya didinginkan secara perlahan-lahan agar terjadi renaturasi di antara sekuens-sekuens yang komplemeter. Makin banyak sekuens repetitif dengan sendiriya makin banyak sekuens yang komplementer. Akibatnya, renaturasi dapat berlangsung lebih cepat.
Daftar Pustaka
Brown, T.A (2002) DNA in Genomes, 2nd ed.,
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.chapter.5449 diakses tanggal 25 September 2008
Situs Terkait
http://biomolfaunsoed.files.wordpress.com/2008/03/pendahuluan.ppt
Ditulis dalam Uncategorized
journal
Ditulis dalam Uncategorized
My Doc.
Strategi buat menghadapi ujian
1. sebelum belajar wudhu dan berdo’a
2. buatlah diri kita menjadi sangat-sangat gembira
3. afirmasikan besok ngerjain soal dengan mudah dan benar sampai terlihat nyata
4. study hard
5. tidur dan bangun jam 4 review
6. berdo’a lagi dan percaya diri
selamat mencoba dan kita yakin, kita pasti bisa ngerjain soal.
YAKIN…YAKIN…dan YAKIN…!!!??”
Ditulis dalam Uncategorized
Banjar bae
Selamat paGi DiaMoNd..!!”
bayangkan dan masukkan ke Alam bawah SaDar
dan ini NyAta..!!”
Hari ini aDalah hari dimaNa salah satu impian
(rumah,mobil,pergi haji,bayar Kuliah sendiri,kalung emas,bebas dari utang,dan semua IMPIAN kita yang lainnya)TerWujuD..??!!”(Amin)
dan kita yakin”kita sangat layak untuk mendapatkan kehidupan itu.
maKa BerDo’a Dan Berjuanglah…!!!!”
lakukan semua itu untuk orang yang kita cintai.
yaKinLah…!!?”
kaMu paST! biSa Wie…!!??”
SeMangat…!!!”60oD LuCk…!!!”
Ditulis dalam Uncategorized
FUNGSI NITRIT DALAM SIRKULASI DARAH OTAK
PENDAHULUAN
Darah adalah cairan tubuh yang mengalir dalam pembuluh dan beredar ke seluruh tubuh. Darah pada umumnya terdiri atas komponen seluler dan matrik cairan yang disebut plasma. komponen-komponen seluler darah yaitu sel darah merah atau eritrosit, sel darah putih atau leukosit dan trombosit. Plasma merupakan cairan yang mengandung ion-ion dan molekul organik meliputi protein, elektrolit, nitrien, materi sampah, zat terlarut dan materi terlarut. Eritrosit mengandung hemoglobin dan membawa O2 dari paru-paru ke jaringan. Eritrosit mempunyai peran sebagai media transport dan fungsi eritrosit yang utama adalah untuk mengangkut oksigen. Sedangkan leukosit berfungsi sebagai alat pertahanan tubuh sehingga memiliki sifat menembus jaringan tanpa merusak jaringan tersebut. Dan trombosit atau keping darah (platelet) adalah fragmen-fragmen sel dengan diameter sekitar 2 sampai 3µm, keping darah tidak mempunyai nukleus dan berfungsi dalam proses penting penggumpalan darah. Karena darah memainkan fungsi penting di atas maka darah harus beredar setiap saat ke seluruh tubuh termasuk organ-organ.
Otak merupakan organ tubuh yang terkompleks dan sangat terorganisasi dalam menggunakan bagian yang nyata dari aliran darah tubuh. Karena cadangan energi di dalam otak dapat diabaikan, aliran darah yang cukup sangat diperlukan untuk menyediakan substrat-substrat penghasil energi dan untuk membersihkan produk-produk dari metabolisme sel. Dengan demikian otak sangat sensitif pada penurunan aliran darah. Berkurangnya aliran darah yang hebat dapat menyebabkan gejala neurolofis dalam beberapa detik. Untuk mengatur aliran darahnya, otak mempunyai kemampuan yang khas yang mampu mengatur aktivitas fungsional dan metabolic, perubahan pada tekanan perfusi, perubahan kandungan oksigen atau karbon dioksida dari arteri. Selain itu, aliran darah otak dapat berubah melalui pengaruh langsung hubungan antara pusat-pusat khusus di otak dan pembuluh darah.
Aliran darah otak ini dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik dan intrinsik. Factor ekstrinsik berupa tekanan darah sistemik (TDS), diameter pembuluh darah, kualitas darah (viskositas darah, eritrosit, dan trombosit). Sedangkan faktor intrinsiknya adalah sebagai berikut :
Karbon dioksida, peningkatan tekanan karbon dioksida akan menyebabkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) sehingga resistensi serebral menurun dan aliran darah otakpun meningkat.
Oksigen, bila tekanan oksigen kurang dari 50 mmHg akan mengakibatkan terjadinya vasodilatasi sehingga aliran darah otak meningkat dan sebaliknya.
Ion K+, ion ini mencapai ruang ekstraseluler saat aktivasi kortikal dan mencapai otot-otot pembuluh darah melaluyi difusi dan ini bertanggung jawab terhadap peningkatan perfusi regional.
NO merupakan mediator penting dalam pengaturan sirkulasi otak. Persenyawaan ini mempunyai waktu paruh beberapa detik dan didistribusikan secara nyata di seluruh bagian otak. Secara khusus nitrat oksida disintesis oleh endothelial cells perivascular nervefiber dan astrocytis foot processes karena begitu dekatnya lokasi ini dengan pembuluh darah otak, NO dapat menghasilkan efek serebrovaskuler yang cepat.
PEMBAHASAN
Sistem cerebrovascular memberi otak aliran darah yang banyak mengandung zat makanan yang penting bagi fungsi normal otak. Terhentinya aliran darah otak (ADO) selama beberapa detik saja akan menimbulkan gejala disfungsi otak, Apabila berlanjut selama beberapa detik, defisiensi ADO menyebabkan kehilangan kesadaran dan akhirnya terjadi iskemia otak. Iskemia merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh gangguan vaskuler, khususnya karena berkurangnya aliran darah ke dalam suatu organ. Bila iskemia terjadi dalam waktu yang lama maka akan menyebabkan kematian jaringan yang menyusun organ tersebut atau disebut infark. Infark otak akan memicu pendarahan otak atau yang lebih dikenal dengan stroke.
Kerusakan otak irrevesible akan mulai timbul setelah 4 hingga 6 menit penghentian total pasokan oksigen. ADO normal adalah sekitar 50 ml /100 gram jaringan otak / menit. Apabila sebuah pembuluh darah otak tersumbat, maka ADO akan dipertahankan melalui bantuan sirkulasi kolateral. Sirkulasi kolateral merupakan suatu sistem yang terbentuk secara perlahan-lahan saat aliran darah normal ke suatu bagian berkurang. Efek dari sirkulasi kolateral ini adalah untuk menjamin terdistribusinya darah ke otak sehingga iskemia dapat ditekan minimal apabila terjadi sumbatan arteri.
Sirkulasi darah ke otak melibatkan empat arteri besar yang terdiri dari dua arteri karotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri karotis internus bercabang menjadi arteri serebri anterior dan media setelah masuk ke kranium melalui dasar tengkorak. Arteri- arteri vertebralis berukuran lebih kecil dan menyatu untuk membentuk arteri basilaris. Arteri basilaris kemudian berjalan ke otak tengah, tempat arteri ini bercabang menjadi sepasang arteri otak posterior. Di kedua sisi, sirkulasi darah arteri ke otak di sebelah anterior dipasok oleh dua arteri karotis internus dan di posterior oleh dua arteri vertebralis. Secara umum, arteri karotis dan cabang-cabangnya memperdarahi bagian terbesar dari hemisfer otak dan arteri vertebralis memperdarahi dasar otak dan cerebelum.
Otak mempunyai kemampuan yang khas dalam mengatur aliran darahnya. Beberapa mekanisme yang terlibat dalam sirkulasi ADO antara lain :
1.Aktivitas funsional dan metabolic ( metabolic regulation )
Otak mempunyai mekanisme intrinsik yang mengatur suplai vaskuler, sehingga dapat berubah secara lokal terhadap perubahan lokal dari aktivitas-aktiviatas fungsional. Dalam keadaan normal, aliran darah otak sangat disesuaikan dengan tingkat kebutuhan oksigen dan glukosa yang dipengaruhi oleh aktivitas fisiologis individu yang bersangkutan. Penyesuaian ini disebut sebagai metabolic regulation.
2.Perubahan pada tekanan perfusi ( autoregulation )
Autoregulasi otak adalah kemampuan otak normal mengendalikan volume aliran darahnya sendiri di bawah kondisi tekanan darah arteri yang selalu berubah-ubah. Fungsi ini dilakukan dengan mengubah ukuran pembuluh-pembuluh resistensi untuk mempertahankan tekanan aliran darah ke otak dalam rentang fisiologik 60 hingga 160 mmHg tekanan arteri rata-rata. Apabila tekanan arteri sistemik rerata turun mendadak ke tekanan yang lebih rendah dalam rentangan fisiologik, arteri berdilatasi untuk menurunkan resistensi sehingga aliran darah ke jaringan dipertahankan konstan. Sebaliknya bila tekanan arteri sistemik meningkat mendadak di dalam rentang fisiologik, maka arteri akan berkontriksi.
3.Perubahan kandungan oksigen atau karbondioksida dari arteri (chemoregulation)
Chemoregulation melibatkan mediasi CO2 dalam ADO. Konsentrasi CO2 (PaCO2) secara nyata mengubah aliran darah otak. Meningkatnya PaCO2 (hypercapnia) menyebabkan vasodilatasi otak, sehingga ADO meningkat. Sebaliknya, hypocapnia menyebabkan pembuluh darah otak bervasokontriksi.
4.Pengaruh langsung dari hubungan antara pusat-pusat khusus di otak dan pembuluh darah ( neurogenic mechanism ).
Bukti-bukti baru menunjukkan bahwa Nitit Oksida (NO) merupakan suatu mediator penting dalam pengaturan sirkulasi otak. NO mampu merelaksasi otot polos pembuluh darah sehingga NO bersifat vasodilator. Sifat ini disebabkan oleh adanya EDRF (Endothelium Derived Relaxing Factor) yang ditemukan dalam NO. Gas NO terbentuk melalui kerja enzim NO sintase yang berada dalam sitosol. Bentuk endhotelial dan neuronal enzim NO sintase diaktifkan oleh ion Ca2+. Substratnya berupa arginin dan hasil reaksiya adalah sitrulin serta NO.
NO sintase
Arginin Sutrulin + NO
NO dapat pula terbentuk dari nitrit yang berasal dari preparat vasodilator seperti gliserin trinitrat pada saat metabolismenya berlangsung. NO memiliki usia paruh yang sangat pendek (kurang lebih 3-4 detik) dan didistribusikan secara nyata di seluruh bagian otak. Letak pembentukannya yang sangat dekat dengan pembuluh darah otak menyebabkan NO dapat menghasilkan efek serebrovaskuler yang cepat. Pemberian inhibitor NO sintase pada hewan dan manusia menyebabkan vasokontriksi dan kenaikan tekanan yang nyata. Hal ini memberikan gambaran pentingnya NO dalam mempertahankan tekanan darah.
Hasil penelitian Shahar Lavi et.al. menunjukkan bahwa NO dibutuhkan untuk menjaga mediasi CO2 dalam ADO, dengan kata lain NO menjaga chemoregulation pada ADO. Kerja NO mempengaruhi denyut pembuluh darah otak tanpa mempengaruhi tekanan darah (mechanoregulation). Mechanoregulation merupaakan suatu proses pengaturan sirkulasi darah yang sangat bergantung pada tekanan darah. Hingga saat ini, mekanisme seluler di belakang mechanoregulation tidak diketahui. Tekanan darah dapat naik dan turun secara drastis karena berbagai faktor ,namun mekanisme yang terjadi dalam sel yang menyebabkan tekanan darah mempengaruhi aliran darah belum dapat dijelaskan secara pasti.
Kedudukan NO dalam hal ini adalah turut menjaga suplai darah yang mengalir ke otak, walaupun terjadi perubahan tekanan darah yang sangat drastis. Tekanan darah seringkali mengalami perubahan yang tidak terduga, sehingga elastisitas pembuluh darah otak sangat perlu dijaga agar perubahan tekanan darah dapat segera teratasi. Ketika tekanan darah sistemik meningkat, pembuluh darah otak dapat segera berkontriksi (PaCO2 menurun) sehingga ADO turun. Sebaliknya, bila tekanan darah sistemik turun maka pembuluh darah otak dapat segera berdilatasi (PaCO2 naik), sehingga ADO akan segera naik kembali. Hal ini bertujuan agar otak tidak akan pernah kekurangan darah yang juga berarti kebutuhan oksigen tercukupi, sehingga terhindar dari bahaya iskemia.
Kondisi fisiologis tertentu dapat menyebabkan tekanan darah sistemik meningkat cukup tinggi selama berbulan – bulan bahkan bertahun-tahun, hal ini akan menyebabkan hialinisasi pada lapisan otot pembuluh darah otak. Akibatnya, diameter lumen pembuluh darah otak akan menjadi tetap. Hal ini berbahaya karena pembuluh darah otak tidak dapat berdilatasi atau berkontriksi dengan leluasa untuk mengatasi fluktuasi tekanan darah, sehingga ADO pun tidak lancar. Kejadian ini dapat dihindari bila produksi NO cukup, sebab NO yang bersifat vasodilator dapat membantu menjaga elastisitas pembuluh darah otak dengan membantu mempertahankan mediasi CO2 dalam ADO.
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian yang telah disampaikan, maka dapat disimpulkan bahwa sirkulasi darah pada otak terjadi melalui berbagai mekanisme antara lain metabolic regualtion, autoregulation, chemoregulation, neurogenic mechanism serta pengaruh mechanoregulation ( tergantung terhadap tekanan darah). Mekanisme utama yang terjadi dalam pengaturan aliran darah otak yaitu autoregulation. Autoregulation memungkinkan pembuluh darah dapat menangani fluktuasi tekanan darah dengan keelastisitasannya, yaitu melalui vasodilatasi dan vasokontriksi.
Chemoregulation merupakan salah satu mekanisme dalam ADO yng dapat dipengaruhi oleh adanya Nirit Oksida. Nitrit Oksida berfungsi menjaga mediasi CO2 dalam ADO. Sifat NO sebagai vasodilator memungkinkan NO untuk tetap menjaga keelastisitasan pembuluh darah, sehingga pembuluh darah otak dapat mempertahanakn suplai darah agar tidak terjadi iskemia otak.

Ditulis dalam Uncategorized
Struktur dan Fungsi dua flagella dan motilitas pada Pseudomonas aeruginosa
P. aeruginosa adalah bakteri batang gram-negatif termasuk dalam famili Pseudomonadaceae. Merupakan patogen oportunistik pada manusia. Alginat dan lipopolisakarida melindungi organisme ini dari pertahanan tubuh inang dan dapat ditemukan satu – satu, berpasangan, dan kadang – kadang membentuk rantai pendek, tidak mempunyai spora, tidak mempunyai selubung,serta mempunyai flagela monotrika sehingga selalu bergerak.
Pseudomonas aeruginosa adalah aerob obligat yang tumbuh dengan mudah pada banyak jenis media pembiakan, karena memiliki kebutuhan nutrisi yang sederhana. Medium paling sederhana untuk pertumbuhannya terdiri dari asetat ( untuk karbon ) dan amonium sulfat ( untuk nitrogen ). Metabolisme bersifat respiratorik tetapi dapat tumbuh tanpa O² bila tersedia NO3 sebagai akseptor elektron kadang – kadang berbau manis seperti anggur yang dihasilkan aminoasetofenon. Beberapa strain menghemolisis darah.
Pseudomonas aeruginosa tumbuh dengan baik pada suhu 37-42ºC. Pertumbuhannya pada suhu 42ºC membantu membedakannya dari spesies pseudomonas lain dalam kelompok fluoresen. Bakteri ini oksidase positif, nonfermenter tetapi banyak strain, mengoksidasi glukosa.
P. aeruginosa menghasilkan satu atau lebih pigmen, yang dihasilkan dari asam amino aromatik seperti tirosin dan felilalanin. Beberapa pigmen tersebut antara lain:
1. Piosianin, pigmen berwarana biru dihasilkan strain piosianogenik.
2. Pioverdin, pigmen berwarna kuning.
3. Piorubin, pigmen berwarna merah, dan
4. Piolanin, pigmen berwarna coklat.
Piosianin, pioverdin, piorubin, dan piolanin tidak berfluoresensi serta larut dalam air. Kebanyakan strain membentuk koloni halus dengan berwarna fluoresensi kehijauan, yang merupakan kombinasi pioverdin dan piosianin.
P. aeruginosa dalam biakan dapat menghasilkan berbagai jenis koloni sehingga memberi kesan biakan dari campuran berbagai spesies bakteri. Tiap jenis koloni dapat mempunyai aktivitas biokimia dan enzimatik berbeda serta pola kepekaan antimikroba yang berbeda pula. Isolat dari tanah atau air mempunyai ciri koloni yang kecil dan tidak rata. Pembiakan dari spesimen biasanya menghasilkan satu atau dua tipe koloni yang halus.
* Koloni besar dan halus dengan permukaan merata dan meninggi.
* Koloni halus dan mukoid sebagai hasil produksi berlebihan dari alginat.
Tipe ini sering didapat dari sekresesi saluran pernafasan dan saluran kemih
Kemampuan P. aeruginosa menyerang jaringan bergantung pada reproduksi enzim – enzim dan toksin –toksin, yang merusak barier tubuh dan sel-sel inang. P. aeruginosa seperti yang dihasilkan bakteri gram-negatif lain, misalnya endotoksin menyebabkan gejala sepsis dan syok septik, eksotoksin A menyebabkan nekrosis jaringan, enzim – enzim ekstra seluler bersifat histotoksik dan mempermudah infasi kedalam pembuluh darah.
Endah Novya Dewi
BIJ006127
Email : dewy_myu@yahoo.com
Blog : dewydewy.wordpress.com
Pustaka:
Evidence for Two Flagellar Stators and Their Role in the Motility of Pseudomonas aeruginosa{dagger}
Ditulis dalam Uncategorized
Ditulis dalam Uncategorized
Hello world!

Strategi buat menghadapi ujian :
1. sebelum belajar wudhu dan berdo’a
2. buatlah diri anda menjadi sangat-sangat gembira
3. afirmasikan besok ngerjain soal dengan mudah dan benar sampai terlihat nyata
4. study hard
5. tidur dan bangun jam 4 review
6. berdo’a lagi dan percaya diri
selamat mencoba dan anda yakin, anda pasti bisa ngerjain soal.
YAKIN…YAKIN…dan YAKIN…!!!??”

Ditulis dalam Uncategorized





